Tanggung jawab sosial perusahaan dan keuangan sosial Islam berdampak pada keberlanjutan perbankan pasca pandemi COVID-19
ARTIKEL: Corporate social responsibility and Islamic social finance impact on banking sustainability post-COVID-19 pandemic
Artikel ini membahas tentang Pandemi Covid-19 yang telah membawa dampak yang cukup signifikkan terhadap berbagai sektor termasuk dalam sektor perbankan. Dalam konteks ini tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan keuangan sosial Islam menjadi elemen yang penting yang dapat mendukung keberlanjutan perbankan secara pandemi. konsep konsep disini tidak hanya akan berfokus pada profit tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang kini semakin relevan dalam menghadapi tantangan sosial.
![]() |
| Word Cloud: The Impact of COVID-19 on Islamic Social Finance and Corporate Social Responsibility (CSR) activities. |
Pandemi COVID-19 merupakan tantangan serius yang dialami oleh negara-negara di seluruh dunia, khususnya negara berkembang, seperti Malaysia. Wabah ini telah menyebabkan kemiskinan ekstrem, mengganggu layanan kesehatan, dan terbatasnya akses terhadap layanan pangan dan gizi bagi jutaan orang, yang berdampak parah pada penyandang disabilitas, imigran, dan pengungsi. Cuti sekolah jangka panjang menurunkan tingkat retensi dan kelulusan, sehingga menghambat perkembangan pendidikan anak dan remaja, sehingga mempercepat risiko pekerja anak, perkawinan anak, dan perdagangan anak. Pendapatan miliaran pekerja menurun drastis akibat gangguan kerja yang parah selama pandemi, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan jaminan kehidupan normal. Kebijakan lockdown yang ekstensif dan lebih lama akibat lockdown telah memperburuk sistem perekonomian dan menyebabkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perekonomian global dan perdagangan dunia.
Dampak
parah dari krisis ini sangat menghambat pencapaian SDGs (Serangkaian Tujuan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi semua
orang di planet ini) .Keuangan
Sosial Islam, seperti zakat dan CSR (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) telah
diidentifikasi sebagai mekanisme yang dapat digunakan oleh lembaga-lembaga
global untuk memitigasi dampak buruk pandemi dan memfasilitasi negara-negara
untuk mencapai keberlanjutan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian
ini mengkaji mekanisme Islamic Social Finance dan kegiatan CSR di BPMB (Bank Pembangunan Malaysia) serta dampaknya terhadap keberlanjutan pascapandemi.
Wawancara semi terstruktur dilakukan antara pimpinan BPMB dan pegawainya. .
Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara CSR dan zakat di BPMB
dalam mengatasi dampak buruk COVID-19. Meski demikian, BPMB memisahkan kedua
mekanisme tersebut karena karakteristik zakat yang unik, yaitu hanya diwajibkan
bagi pembayar muslim dan perlu disalurkan hanya kepada delapan kelompok
penerima. Temuan ini juga mengungkapkan peran yang saling melengkapi dari
Keuangan Sosial Islam dan CSR, yang berhasil diselaraskan dengan SDG ketiga
untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, dampak
Keuangan Sosial Islam dan CSR pascapandemi masih belum dapat diukur karena
upaya menuju SDG dalam DFI (Development Financial Institutions) masih berada
pada tahap awal.
Meskipun
DFI telah meluncurkan kerangka MIND yang sejalan dengan SDGs, kerangka tersebut
mulai digunakan pada tahun 2022 untuk mengamati sejauh mana zakat dan CSR
mempengaruhi keberlanjutan. Temuan ini memerlukan perhatian lebih lanjut dari
lembaga perbankan dan regulator untuk memastikan seluruh upaya yang dilakukan,
khususnya pada Keuangan Sosial Islam dan CSR untuk memitigasi dampak negatif
pandemi, yang dapat mempengaruhi pencapaian SDGs dalam jangka panjang. Meskipun
terdapat banyak upaya untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
selama pandemi ini, dampak dari upaya tersebut terhadap masyarakat dan
lingkungan masih belum diketahui.
Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih ekstensif untuk
memastikan bahwa kerangka kerja tersebut efektif, sehingga menjamin upaya yang
berkelanjutan dan penting. Penelitian ini hanya terfokus pada satu Lembaga
Keuangan Pembangunan di Malaysia. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh mungkin
tidak bisa digeneralisasikan ke DFI lain di negara ini. Penelitian lebih lanjut
dapat memperluas sampel untuk memasukkan DFI lain di Malaysia. Selain itu,
penelitian ini fokus pada dampak spesifik mekanisme Keuangan Sosial Islam yaitu
zakat untuk dibandingkan dengan peran CSR. Penelitian lebih lanjut juga dapat
menyelidiki pengaruh CSR dengan mekanisme Keuangan Sosial Islam lainnya seperti
Wakaf untuk memahami peran komprehensif Mekanisme Keuangan Islam dalam mencapai
tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dari artikel ini membahas isu yang relevan terutama di dalam konteks yang sudah dibahas diatas terkait dampak Pandemi Covid-19 terhadap sektor perbankan yang menarik perhatian pembaca pada keuangan dan tanggung jawab sosial, juga terdapat perspektif yang komprehensif yang dimana menunjukkan bagaimana beberapa perusahaan saling melengkapi dalam mendukung keberlanjutan perbankan.
Marziana Madah Marzuki a, Wan Zurina Nik Abdul Majid a , Romzie Rosman
Faculty of Accountancy, Universiti Teknologi Mara, Bukit Ilmu, 18500 Machang, Kelantan, Malaysia b IIUM Institute of Islamic Banking and Finance,International Islamic University Malaysia, Jalan Gombak, 53100 Kuala Lumpur, Malaysia
E-mail addresses: marzianamadah@uitm.edu.my (M. Madah Marzuki), wzurina@uitm.edu.my (W.Z. Nik Abdul Majid), romzie@iium.edu.my (R. Rosman).
Contents lists available at ScienceDirect Heliyon journal homepage: www.cell.com/heliyon https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e20501 Received 22 February 2023; Received in revised form 24 September 2023; Accepted 27 September 2023
Available online 30 September 2023 2405-8440/© 2023 The Authors. Published by Elsevier Ltd. This is an open access article under the CC BY-NC-ND license

Komentar
Posting Komentar